by

Mendikbud: Tunjangan Guru Honorer Setara UMR

Spread the love

Jakarta (DZ)- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy  usulkan tunjangan guru honorer sesuai dengan upah minimum regional (UMR) per daerah. Muhajir menyampaikan ke Kementerian Keuangan untuk mengalokasikan anggaran khusus tunjangan guru honorer tersebut.

 

Menurut Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini, pemerintah memiliki tiga skema dalam mengatasi masalah guru honorer di Indonesia. Pertama, melalui seleksi CPNS dan kedua lewat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Meskipun demikian dia mengakui tentu masih ada guru honorer yang tidak terakomodasi oleh dua skema tersebut. Mereka inilah yang diusulkan untuk mendapatkan tunjangan setara UMR.

 

“Kemudian kan masih ada tersisa guru honorer lah itu yang kita usulkan ke Bu Menteri Keuangan agar mereka ini dipastikan bisa mendapatkan tunjangan minimum upah minimum regional (UMR) di masing-masing daerah,” kata dia, sesuai yang dilansir liputan6.com, Rabu (23/1).

 

Menurut Muhajir, dalam usulan tersebut tunjangan guru honorer masuk ke dana alokasi umum (DAU) agar tidak membebani keuangan daerah.

 

“Saya sebagai Menteri Pendidikan meminta supaya itu masuk di dalam anggaran APBN, DAU, tidak dibebankan ke APBD, karena kalau dibebankan ke APBD kita tidak bisa memaksa daerah untuk mengalokasikan, tapi kalau nanti masuk dalam DAU, terutama DAU untuk gaji guru, itu sehingga kita bisa kontrol,” ungkapnya.

 

Meskipun demikian, Muhajir belum dapat menyebut berapa besar anggaran yang dialokasikan, lantaran program tersebut baru di tahap awal pembicaraan.

 

“Akan ditindaklanjuti di level yang lebih bawah untuk dipetakan lebih rinci, supaya nanti bisa kita pasti ketersediaan dana dan memang ada orangnya. Kemendikbud sekarang ini sedang lakukan sensus terhadap guru honorer,” jelas Muhadjir.(red)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed