by

Pekanbaru PSBB, Kampar Kajian Epidemiologi dan Dampak Dulu

Spread the love

 

 

PEKANBARU (www.derapzone.com): Kota Pekanbaru akan mulai menerapkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di kota,  terhitung sejak tanggal 17 April hingga 14 hari kedepan. Penetapan ini berdasarkan izin yang disetujui Kemenkes RI dalam SK Kemenkes nomor HK. 01.07/MENKES/250/2020 tetanggal 12 April 2020.


Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT di Media Center Covid-19 Pemko Pekanbaru, Senin (12/4) menyatakan dengan persetujuan ini  Kota Pekanbaru menjadi daerah kedua yang melaksankan PSBB setelah DKI Jakarta.

Menurut  Firdaus kebijakan PSBB ini untuk  memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Pekanbaru. Karena melihat eskalasi penyebaran virus berbahaya ini dan kondisi sosial masyarakat Pekanbaru, ” PSBB inisudah dibahas secara detail dan matang. Jadi jika dalam pelaksanaan nanti masih ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi,” tegas Firdaus.

Sementara itu Kabupaten Kampar yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru belum akan menerapkan kebijakan ini. Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto beralasan pihaknya akan melakukan Kajian Epidemiologi Covid-19. ” Termasuk dampak sosial dan ekonomi jika PSBB diterapkan di Kabupaten Kampar” ujar Sugeng dalam konferensi pers usai rapat teleconference dengan Gubernur Riau Syamsuar  di Aula Rumah Dinas Bupati di Bangkinang (13/4).

Karena tentunya akan ada dampak yang dirasakan masyarakat, yang juga harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah.
Kampar juga akan membentuk desa siaga  (relawan desa) , serta persiapan pembagian sembako terhadap masyarakat yang berhak menerimanya.

Data terakhir di Kampar per tanggal 13 April 2020, PDP dikampar sebanyak 19 orang, positif 2 orang di rawat 11 orang, sehat 5 orang dan 3 orang meninggal dunia. (rdh)

Reporter : Rina Dianti Hasan
Editor : Rina Dianti Hasan
Email : bundasahrul@gmail.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed