by

Sering Abai dalam Pengelolaan Keuangan Pemicu Gagalnya Usaha UKM

Spread the love

Derapzone- Banyak masyarakat yang berpartisipasi untuk merintis karir di bidang bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hanya saja memulai merintis bisnis UKM tidaklah mudah. Awalanya para pelaku bisnis begitu semangat dan memilki optimisme tinggi untuk mengembangkan usahanya, namun beberapa bulan kemudian perjalanan karir bisnis mulai melemah bahkan terhenti.

Kegagalan usaha UKM ini sering tumbang dikarenakan kurang baiknya pengelolaan keuangan. Alhasil banyak usaha yang baru dirintis sudah tumbang.
“Dewasa ini kita melihat banyaknya pelaku usaha UKM yang belum melaksanakan pengelolaan keuangan. Banyak di antara mereka yang sering memandang sebelah mata. Padahal, pengelolaan baik dan tepat bisa mendorong kinerja usaha,” ujar Nurul Hidayati Indra Ningsih, S.E.,M.M pada program pengabdian masyarakat Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Pelaku Usaha Kecil (UKM) di Desa Sandik Kabupaten Lombok Barat.

Menurut perempuan yang berprofesi sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), sejak pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia pada 2 Maret 2020 silam mengancam tidak hanya kesehatan jasmani warga melainkan juga kesehatan keuangan mereka.

Pergerakan sektor bisnis semakin lesu lantaran para pelaku bisnis sangat bergantung pada hasil penjualan produk.
“Apalagi sekarang ini ditengah pandemi covid 19, para pelaku usaha harus bisa benar-benar mengelola keuangan usahanya, dan sebisa mungkin memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Sehingga mampu memanagemen keuangan dengan profesional,” tuturnya.

Baiq Reinelda Tri Yunarni, S.E., M.Ak menambahkan bahwa berdasarkan data yang tertera di dinas koperasi bidang UKM, masih banyak pelaku UKM yang belum mendaftarkan usahanya terutama di desa Sandik Kecamatan Batu Layar.
“Untuk itu melalui kegiatan ini dapat mengedukasi para peserta program pengabdian masyarakat yang belum mendaftar usaha UKM-nya. Para pelaku UKM diarahkan untuk segera mendaftarkan uasahanya agar bisa mendapatkan bantuan dr pemerintah, baik dari APBD I (Provinsi), APBD II (Kabupaten) dan APBN. Dana bantuan untuk para pelaku UKM sudah di atur dalam PERMENKOP No 18 tahun 2016. Untuk bantuan UKM tidak lagi dalam bentuk dana melainkan barang. Contoh gerobak dorong, mesin jahit, alat-alat perbengkelan, dan lain-lain,” jelasnya.

H. Abdul Rachman selaku kepala desa Sandik berharap dengan adanya program pengabdian masyarakat yang diadakan oleh UMMAT ini dapat memajukan usaha UKM di desa Sandik.
“Pelatihan ini memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana mengelola keuangan secara profesional, kedepannya saya berharap para pelaku bisnis UKM dapat menerapkannya dengan baik. Terima kasih kepada para narasumber dari dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMMAT atas ilmu yang telah diberikan kepada masyarakat kami,” tandasnya.

Jurnalis: Dwi Tesna Andini

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed