by

Mengenai Suluk Khalwat di Kampar

Spread the love
Pemukulan kentongan pertanda

KAMPAR (www.derapzone.com.) Udara terasa angat panas siang ini. Ruangan Surau Suluk berukuran 6 x 9 meter itu itu penuh sesak. Warga berdesakan didekat kelambu-kelambu yang berderet di dalam bangunan tua berdinding papan itu. Masing-masing berebut memegang ujung kain kelambu, tak sabar menunggu kentongan dipukul bertalu-talu sebagai penanda dibukanya kelambu pertanda berakhirnya prosesi Suluk 10 hari yang dijalani warga di Surau Suluk Baitul Makmur Desa Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu.
.
Setelah dimulai dengan lantunan doa yang dibacakan oleh Engku Soleh, Tuan Guru Tarekat Naqsabandiah di Desa Lubuk Siam dan Tanjung Balam, ditandai dengan pukulan kentongan dan iringan shalawat, kelambu-kelambu pun dibuka.
.
Masing-masing anggota keluarga bergantian menyalami orang tua mereka yang selama sepuluh hari terakhir “bersuluk”. Suasana haru menyeruak diseluruh ruangan. Sedu sedan isak tangis berbaur dengan derit kipas angin yang kelelahan mengusir hawa panas dalam ruang yang penuh sesak oleh warga.
.


Kepala Desa Lubuk Siam Amri Jono SPd, menyampaikan bahwa di Desa Lubuk Siam terdapat dua Surau Suluk, yang salah satunya adalah surau suluk Baitul Makmur yang sudah 10 hari ini mengadakan Khalwat. Saat itu khalwat diikuti oleh 14 orabg jemaah wanita, dan 5 jemaah pria yang berasal dari berbagai daerah.
.

Repol SAg, Ketua DPD Golkar Kampar yang didaulat untuk menutup secara resmi rangkaian Khalwat Suluk berharap agar tradisi ini tetap dijaga dan ditingkatkan.
.
Dalam kesempatan ini juga Ketua PK Golkar Siak Hulu Reno Zandri menyerahkan bantuan 5 unit kipas angin untuk Surau Suluk Baitul Makmur.
.
Acara ditutup dengan Shalat Ashar berjamaah dan makan bersama seluruh warga dan undangan yang hadir. (Gus)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed