Derap Riau
Redaksi  |  Pedoman Media Cyber  |  Info Iklan  |  Disclaimer
HomeDerap RiauBerita RiauPropam Usut Kasus Tewasnya Honorer Pembunuh Polisi
pembunuhan2

Propam Usut Kasus Tewasnya Honorer Pembunuh Polisi

WebBanner-350x200

Derapzone.com, Pekanbaru – Berawal dari persoalan asmara dan kecemburuan, pegawai honorer di Dispenda Kabupaten Kepulauan Meranti, Apri Adi Pratama diduga membunuh polisi setempat, Brigadir Adil S Tambunan.

Adil disebut membawa seorang wanita yang juga dikenal oleh Apri ke kamar sebuah hotel. Ketika keluar dari hotel, Apri sudah menunggu Adil hingga terjadilah sebuah perkelahian.

Dalam perkelahian itu, Apri yang diduga membawa pisau diduga menikam Adil hingga tewas. Apri yang kemudian ditangkap berusaha melawan dan ditembak polisi. Tak lama setelah itu, pegawai honorer itu meninggal dunia.

Masyarakat menduga, penembakan Apri merupakan aksi balas dendam polisi. Namun hal ini dibantah Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.

“Kejadian ini tetap diselidiki secara internal. Kapolda sudah memerintahkan Kabid Propam Polda Riau (AKBP Pitoyo Agung Yuwono) turun ke lokasi kejadian,” kata Guntur di Pekanbaru, Riau, Kamis (25/8/2016).

Guntur mengatakan, Propam Polda Riau akan menyelidiki bagaimana prosedur penangkapan terhadap Apri dan bagaimana dia bisa tewas setelah ditembak anggota yang menangkapnya.

BACA JUGA  Tol Pku-Dumai Rampung 2019, Pengerjaan Tol Pku-Padang Bakal Dimulai

“Kalau memang ada kesalahan prosedur, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai aturan internal kepolisian,” tutur Guntur.

Lalu bagaimana dengan desakan ratusan warga yang meminta Kapolres Kepuluan Meranti AKBP Asep Iskandar dicopot dari jabatannya? “Kalau permintaan warga itu sah-sah saja. Namun dari kepolisian, tetap akan melakukan penyelidikan secara internal,” ujar Guntur.

Dia membantah adanya dugaan penganiayaan terhadap Apri setelah ditangkap. Guntur mengatakan, luka-luka lebam di wajah Apri diduga akibat perkelahian dengan Brigadir Adil.

“Tidak ada penganiayaan,” tegas Guntur.

Dia menjelaskan, Apri melawan sewaktu ditangkap. Pegawai honorer itu bahkan memegang senjata tajam jenis badik sewaktu akan ditangkap di daerah Merbau, Kepulauan Meranti, Riau. Badik ini, sambung dia, diduga digunakan untuk melawan petugas.

“Makanya kemudian dilakukan tindak pelumpuhan di bagian paha dan mata kaki,” terang Guntur.

BACA JUGA  Polisi Segel 400 Hektare Lahan Membara di Riau

Dia bercerita, Apri ditangkap setelah dua jam berkelahi dengan Brigadir Adil. Dia diketahui berada di rumahnya di kawasan Merbau. Polisi pun menyeberang dengan kapal untuk menangkapnya.

“Ketika ditangkap, kemudian dibawa ke rumah sakit. Ada sekitar dua jam perjalanan dari lokasi penangkapan ke rumah sakit. Dengan ini, patut diduga Apri kehabisan darah dan meninggal dunia,” tutur Guntur.

Admin Berita

Admin Berita

Derapzone.com Adalah Portal Berita Online Yang Memberitakan & Menginspirasi

Anda punya informasi atau peristiwa yang ingin disampaikan. SMS / WA kami melalui hotline: 085264596848, atau Kirim ke Email : Derapzone.Redaksi@gmail.com
Admin Berita
Rating Berita ini
Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar